Tentang Batu Emerald (Jamrud)
March 17, 2018
Jual batu permata asli bersertifikat
Jual Batu Permata Asli Bersertifikat
March 22, 2018

Perbedaan Batu Permata Asli Dan Imitasi

Perbedaan batu permata asli dan imitasi

Perbedaan batu permata asli dan imitasi

Batu permata merupakan jenis batu yang memiliki keindahan dan keunikan, serta menyimpan suatu khasiat yang dapat memberikan aura positif bagi si pemakainya. Banyak informasi yang mengulas tentang khasiat batu permata jika dilihat dari sudut pandang medis, alternatif pengobatan, maupun supranatural. Oleh sebab itu banyak juga orang yang mempercayai khasiat batu permata tersebut selain digunakan untuk investasi atau untuk aksesoris perhiasan. Banyaknya manfaat dari batu permata membuat tingginya minat masyarakat yang tertarik untuk memilikinya. Hal ini jugalah yang membuat banyak orang berniat untuk membuat batu permata palsu atau imitasi.

Nah, pada ulasan kali ini admin akan mengulas perbedaan antara batu permata asli dan batu permata imitasi. Apa saja perbedaan antara kedua jenis batu permata tersebut, simak ulasan lengkapnya dibawah ini.

Batu Permata Asli

Batu permata asli adalah batu permata yang terdapat di alam dalam bantuk aslinya. Dalam proses membentuk, mengasah atau menggosoknya tidak dilakukan penambahan materi lain atau perubahan-perubahan warna. Batu permata tertentu seperti merah delima (ruby), nilam (safir), sitrin, emerald dan lain-lain, yang betul-betul indah dan mulus jarang sekali terdapat di alam. Oleh sebab itu batu permata yang demikian sangatlah mahal harganya sehingga banyak orang yang membuat batu permata palsu atau imitasi untuk dijual.

Disamping itu juga terdapat batu permata asli yang disebut solid atau tunggal dan compound atau rangkaian. Batu permata asli jenis pertama adalah yang sepenuhnya terdiri dari satu kesatuan atau satu kristal yang padat tanpa adanya zat-zat atau benda-benda lain yang ditambahkan, baik sebagai perekat maupun sebagai pengisi. Batu permata asli jenis kedua terdiri dari hancuran atau kepingan-kepingan batu permata asli yang solid yang dirangkai dan direkatkan satu sama lain dengan menggunakan zat perekat. Zat perekat ini biasanya terdiri dari sejenis plastic, misalnya araldite, epiksi resin, polimer dan sebagainya.

Membedakan kedua jenis batu permata asli tersebut cukuplah mudah, yaitu dengan mempergunakan kaca pembesar (loupe) atau jarum penguji kekerasan (jarum baja). Dengan kaca pembesar (pembesaran 10 kali) dapat dilihat bahwa dalam batu permata tersebut terdapat rangkaian alur-alur atau urat-urat yang berbeda-beda warna maupun daya tembus cahaya (transparansi).

Batu Permata Imitasi

Dari sebutannya jelas bahwa batu permata jenis ini sangat berbeda dengan aslinya. Biasanya hanya warnanya saja yang sama, sedangkan komposisi kimia dan sifat-sifat fisik yang dimiliki jauh berbeda. Misalnya berat jenis pada batu permata, kekerasan, indeks bias, dan lain-lain. Meskipun demikian bagi orang awan hal ini sangatlah sulit dibedakan dan bisa menjebaknya.

Batu permata imitasi atau batu permata palsu ada dua macam, yaitu yang berasal dari batu permata asli dan yang dibuat dari bahan sejenis plastic atau kaca. Kedua jenis pemalsuan ini hanya mengutamakan persamaan warna, baik warna asli maupun warna buatan.

Batu permata asli yang berwarna sama, maka yang berharga lebih murah kadang-kadang dapat berharga mahal. Misalnya krisopras (chrysophrase) atau sejenis kuarsa yang berwarna hijau digunakan untuk memalsukan permata batu giok, garnet merah untuk memalsukan mirah delima, kulit kerang untuk memalsukan mutiara, sirkon bening atau kristal kuarsa digunakan sebagai pengganti intan dan sebagainya. Disamping itu batu permata asli juga dapat diubah warnanya untuk memalsukan permata asli yang sama, tapi berbeda warna dan sangat jarang terdapat di alam sehingga berharga mahal.

Misalnya permata kecubung asihan (amethyst) yang berwarna ungu akan berubah warnanya menjadi kuning kecoklat-coklatan atau coklat kekuning-kuningan apabila dipanaskan sekitat 500 C. Hasil pemanasan permata kecubung asihan ini dipergunakan untuk memalsukan permata sitrin (citrine) yang sangat jarang terdapat di alam dan berharga mahal. Baik sitrin maupun kecubung asihan adalah termasuk famili kuarsa, bening dan berkristal sama, hanya warnanya yang berbeda.

Jenis plastic yang biasa digunakan dalam pembuatan batu permata imitasi adalah bakelit, veetle, beetle melamin, gliptals atau alkyds, nilon polistgrene, epoksiester, perspek dan lain-lain. Bakelit biasanya digunakan untuk memalsukan amber, beetle untuk permata bewarna muda misalnya kuarsa mawar, merah jambu atau merah muda, dan lain-lain.

Gliptals atau alkids biasanya hanya digunakan sebagai bahan pengikat kepingan atau hancuran permata asli. Nilan di samping digunakan sebagai tali penguntai mutiara juga digunakan untuk memalsukan berjenis-jenis batu permata terutama agate (akik), jasper dan kalsedon, Polistrene dan perspek digunakan terutama sebagai bahan pengikat serta dapat pula untuk membuat permata imitasi. Di lain pihak epoksiester lebih banyak digunakan dalam pembuatan permata doblet dan triplet sebagai bahan penyemen.

Bagaimanapun jenis batu permata imitasi, terutama yang dibuat dari plastic, jauh lebih mudah dikenal atau diuji. Batu permata imitasi dari plastic biasanya sangat ringan, derajat kekerasan sekitar 2 dan warna sangat mencolok. Jika batu permata imitasi ini diasah dengan bentuk bersudut, misalnya bentuk jenjang atau facit maka sudut-sudut asahannya membulat atau tumpul.

Permata imitasi yang terbuat dari mineral alami cara pengujiannya lebih sulit dari batu permata imitasi dari plastik, walaupun tidak sesulit menguji batu permata sintetis. Kadang-kadang tanpa bantuan peralatan laboratorium, batu permata imitasi yang berasal dari batu permata alami ini mudah dapat dikenal. Hal ini disebabkan oleh perbedaan yang sangat mencolok, terutama indeks bias, berat jenis, kekerasan, pengotor , system kristal. Sifat terhadap sinar ultra violet dan lain-lain.

Di samping jenis batu permata atau permata palsu tersebut di atas, maka batu permata rangkaian yang telah diutarakan di muka oleh sementara orang juga digolongkan ke dalam batu permata imitasi atau setengah imitasi. Permata-permata yang demikian ini biasanya terdapat pada permata opal, turquoise, agate dan jenis-jenis lain yang tidak tembus cahaya. Cara pengenalan nya sangat mudah seperti yang telah diterangkan pada ulasan diatas.

(Visited 98 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *